Padaumumnya terdapat 3 jenis butterfly valve yang banyak digunakan di sistem perpipaan, yaitu: Concentric Butterfly Valve, memiliki seat kuat dengan disk dari logam. Doubly-eccentric Butterfly Valve, terbuat dari berbagai macam bahan yang digunakan untuk seat dan disknya. Triply-eccentric Butterfly Valve, terbuat dari logam baja.
10Jenis Masker Kesehatan, Tekan Penyebaran Virus. Jenis-jenis masker medis/kesehatan yang efektif menekan penyebaran virus. Item wajib di masa pandemi. Beberapa jenis virus seperti COVID-19 atau virus corona yang sedang merebak, disebarkan melalui cairan droplet dari batuk atau bersin. Cairan ini dapat menempel di permukaan objek atau mendarat
12.5. Jenis Turbin di tinjau dari Aliran Uap dan Casingnya. Turbin Reheat dan Non Reheat Sirkit uap Salah satu karakteristik yang dapat dipakai untuk mengklasifikasikan turbin adalah reheat dan non reheat. Turbin reheat terdiri lebih dari satu silinder dan uap mengalami proses pemanasan ulang di reheater boiler.
Padapembahasan kali ini ada banyak sekali jenis - jenis katup dalam sistem pneumatic, ada 3/2 valve, 4/2 valve, 5/2 valve dan sebagainya, pada pembahasan kali ini saya akan membahas katup 3/2, katup 3/2 merupakan sebuah katup yang terdiri atas 2 slot kotak atau bisa dibilang 2 slot pergantian posisi dan 3 merupakan jalur angin yang masuk dalam katup.
JenisJenis Check Valve. Check valve adalah salah satu jenis valve yang digunakan untuk menghasilkan arah alian fluida satu arah.Check valve akan terbuka apabila tekanan dari fluida yang masuk mampu melawan pegas maupun berat dari gate check valve, dan sebaliknya gate check valve akan tertutup jika fluida kehilangan tekanan dan tidak mampu melawan pegas atau berat dari gate tersebut dan
Katupekspansi (expansi valve): dapat mengurangi suhu dan tekanan freon. Filter AC: wadah sementara freon yang wujudnya sudah cair. Kompresor: untuk mengirimkan freon ke jaringan AC mobil. Kondensor: guna membuang suhu panas. Daftar spare part mobil tambahan. Adapun, berikut adalah sejumlah jenis spare part mobil tambahan yang perlu kamu ketahui:
. Sulit untuk membayangkan sebuah pabrik kimia, plant pengolahan minyak, pabrik susu dan sebagainya tanpa penggunaan valve. Valve adalah komponen yang sangat lazim digunakan dalam sistem perpipaan pada suatu industri untuk mengatur aliran suatu fluida cair ataupun gas. Selain itu, valve juga sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari kita, contohnya kran mandi, valve tabung gas LPG, valve bahan bakar kendaraan dan sebagainya. Pada artikel ini, kita akan melihat lebih dekat bagaimana sebuah valve itu itu Valve?Valve adalah perangkat switch mekanik yang berfungsi untuk menaikkan, menurunkan dan menghentikan suatu laju aliran pada sebuah pipa. Tetapi seiring dengan perkembangan teknologi, valve bisa diatur secara automatic melalui PLC atau controller ValveSistem valve dalam sebuah pabrik terdapat dalam beberapa jenis, yaitu1. Gate ValvePada dasarnya, gate valve digunakan untuk menutup aliran fluida dengan kuat. Valve jenis ini digunakan untuk posisi “terbuka sempurna fully open” atau “tertutup sempurna fully close” dan tidak disarankan untuk mangatur laju aliran fluida dengan cara throttling yaitu membuka setengah ataupun seperempat posisi gate karena bisa menyebabkan pengikisan pada gate dan pada akhirnya valve tidak dapat bekerja secara Globe ValveGlobe valve merupakan salah satu jenis valve yang dirancang untuk mengatur besar kecilnya aliran fluida regulate atau throttling. Pada dasarnya bagian utama dari Globe Valve ini hampir sama dengan gate valve, yaitu body, seat, disc, bonnet, stem, packing, dan gland. Jika dilihat bentuknya secara visual maka Globe valve ini hampir sama dengan gate valve, tetapi ada ciri-ciri tertentu yang dapat dijadikan acuan untuk membedakan antara keduanya, yaitu Pada bagian dalam valve, disc dan seat nya berbeda. Perbedaan disc dan seat ini akan menyebabkan terjadi pola aliran yang berbeda. Selain itu, bentuk dari disc dan seat ini juga menyebabkan globe valve dapat diAndalkan sebagai throttling valve. Aliran fluida saat melewati globe valve akan mengalami sedikit hambatan sehingga akan terjadi pressure drop yang lebih besar dari pada gate valve, ketika aliran mengenai seat lalu aliran akan membelok ke atas melewati seluruh bagian disc. Setelah itu, aliran fluida akan dibelokkan lagi ke arah yang sama seperti semula. 3. Butterfly ValveButterfly valve biasa digunakan untuk pipa-pipa yang mempunyai tekanan rendah. Cara kerja nya adalah butterfly valve ini mempunyai disc yang berputar secara vertical di tengah pipa dan hanya berputar sebanyak 90 derajat dari posisi fully open hingga fully close dan butterfly valve ini juga bagus digunakan sebagai throttling Check Valve Check Valve juga biasa disebut dengan non-return valve digunakan untuk membuat aliran fluida hanya mengalir satu arah saja dan tidak terjadi backflow. Untuk melakukan mekanisme ini, Check valve tidak menggunakan handel untuk mengatur laju aliran tetapi menggunakan tekanan dari aliran fluida itu sendiri. Check valve sering digunakan untuk sistem pengaman dari sebuah sistem perpipaan dan biasa diletakkan pada outlet/discharge dari pompa ataupun compressor. Check valve memiliki beberapa jenis, tetapi ada dua jenis yang paling umum digunakan, yaitu Swing Check Valve, Ball Check Valve dan Lift Check valve. 5. Relief valveRelief Valve biasa juga disebut dengan safety valve. Relief valve memiliki fungsi yang berbeda dengan valve-valve yang lain. Valve ini di-desaign khusus untuk melepas tekanan berlebih yang berada di dalam equipment dan sistem perpipaan dengan tujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan. Relief valve menggunakan spring baja yang secara otomatis akan terbuka jika tekanan mencapai level yang tidak aman. Ketika tekanan kembali normal, relief valve akan secara otomatis tertutup kembali. Level tekanan pada valve ini bisa diatur sesuai dengan kebutuhan kita. Biasanya relief valve diletakkan pada vessel Ball ValveBall valve adalah sebuah valve yang berbentuk disc bulat yang seperti bola, tetapi memiliki lubang ditengah nya sehingga ketika lubang tersebut segaris lurus dengan laju aliran maka fluida akan mengalir. Dan begitu juga sebaliknya, ketika posisi lubang tidak lurus maka fluida akan terhambat ataupun terhenti. Ball valve banyak digunakan karena kemudahannya dalam maintenance dan kemampuannya untuk menahan tekanan dan temperature tinggi. Pada saat ini, Ball Valve bisa menahan tekanan hingga Psi dan temperature 200 derajat celcius. Ball valve terdapat dua jenis, yaitu Full Bore Ball Valve dan Reduced Bore Ball Diaphragm ValveDiapraghm Valve ini bisa digunakan untuk mengatur aliran fluida yang bersifat throttling dan juga bisa digunakan seperti Gate Valve yaitu fully open atau fully close. Diaphragm Valve hAndal dalam menangani material kasar seperti fluida yang mengandung pasir, semen atau Valve mudah dikenali karena bentuk bonnet nya yang menggelembung seperti lonceng. Diaphragm Valve mempunyai stem, handwell, plunger, diaphragm stud yang menjadi satu, diaphragm, seat dan body. Diaphragm Valve ini tidak mempunyai disc, tetapi pengganti dari disc ini adalah diaphragm itu sendiri. Diaphragm Valve ini akan menutup jika plunger menekan diaphragm dan valve akan terbuka jika plunger naik ke artikel ini bermanfaat buat Anda, mohon untuk di Share because “Sharing is Caring”Referensi
100% found this document useful 1 vote3K views7 pagesOriginal TitleJENIS-JENIS VALVE DAN © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 1 vote3K views7 pagesJenis-Jenis Valve Dan KegunaannyaOriginal TitleJENIS-JENIS VALVE DAN to Page You are on page 1of 7 You're Reading a Free Preview Pages 4 to 6 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
BismillahirrohmanirrohimSebenarnya masih banyak diantara kita yang tidak familiar dengan istilah valve. Perlu kalian ketahui, valve ini merupakan salah satu elemen yang memiliki peranan penting dalam industri pengolahan liquid seperti kilang minyak. Tak hanya digunakan untuk industri kilang minyak, valve juga kerap diaplikasikan pada pipa saluran air lho. Ya, masyarakat pada umumnya lebih familiar dengan penyebutan katup air ketimbang valve. Katup air yang biasa kita kenal mungkin hanya sebatas membuka dan menutup aliran air. Padahal, jika kita mulai mengenal dunia industri, kita mungkin akan terkejut dengan banyaknya jenis valve atau katup ini. Jenis-jenis Valve ini tentu memiliki fungsi dan kekurangan kelebihannya tersendiri. Dari pada penasaran, yuk kita ulas saja Pengertian ValvePada dasarnya, valve merupakan sebuah perangkat yang dipasang untuk material pipa dengan tujuan sebagai pengatur, mengontrol, serta mengarahkan laju aliran air maupun fluida dengan cara menutup atau membuka sebagian aliran. Selengkapnya Jenis Sambungan PipaSebagaimana yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi, bahwa valve mempunyai peran penting dalam bidang industri kilang minyak. Cara kerja valve ini bisa dioperasikan secara manual, entah itu dengan menggunakan pegangan, tuas pedal, dan lain sebagainya. Tak hanya dioperasikan secara manual, bahkan valve juga dapat dikendalikan melalui sistem otomatis. Ya, pengendalian otomatis tersebut bekerja dengan cara menggunakan prinsip perubahan aliran, tekanan, hingga suhu di dalam pipa. Sehingga ketiga hal tadi bisa mempengaruhi diafragma, pegas, serta piston yang secara otomatis akan membuat valve bergerak melalui sistem buka tutup. Manfaat atau Fungsi ValveAdapun mengenai beragam manfaat dari penggunaan valve yang harus kamu ketahui seperti berikutSebagai media penutup dan pembuka aliran dengan syarat, jika terbuka maka akan mempunyai hambatan aliran serta tekanan yang rendah. Contohnya seperti gate valve, ball, plug, hingga butterfly valveUntuk menunjang kebutuhan pengaturan aliran dengan cara menahan alirannya melalui perubahan arah, maupun menggunakan sebuah hambatan. Bahkan, cara kerja valve juga bisa menggunakan kedua sistem tersebutMampu mencegah back flow aliran balik, yang umumnya menggunakan check valve atau lift check dan swing check. Nantinya valve akan terbuka dan tertutup saat ada aliran yang berlawanan arahUntuk menunjang kebutuhan pengaturan tekanan, berbagai peng-aplikasian valve di lapangan, serta mengontrol tekanan yang masuk agar sesuai dengan kebutuhanUntuk melepaskan tekanan dengan menggunakan relief valve dan safety valve. Jenis-jenis Valve Sesuai Fungsi Dan kelebihannya Karena tak hanya menghentikan aliran cairan, kadang di lapangan dibutuhkan juga jenis katup yang bisa mengatur, memindahkan aliran dan macam-macam fungsi lainnya, sehingga dibuatlah banyak jenis valve. 1. Ball ValveJika ditanya, valve mana yang paling dikenali dan memasyarakat, mungkin Ball Valve Jawabannya. Jenis valve ini sudah umum kita temukan di mana-mana. Sebab secara fungsi, ball valve ini sangat efektif untuk menghentikan dan mengatur aliran air. Sesuai dengan namanya, yang mana jenis Ball Valve ini tampil dengan bentuk bulat seperti bola setengah hanya sebagai pengatur aliran air, Ball Valve juga bisa bekerja dengan cara mengarahkan arah dari air ke area yang dikehendaki. Pada intinya, Ball Valve ini memiliki dua fungsi sebagai penahan maupun menghentikan sementara debit air yang mengalir di dalam pipa. Sumber Valve pun sering dipilih untuk menunjang kebutuhan saluran air berkat kemudahannya dalam perbaikan serta kemampuannya yang bisa menahan tekanan maupun suhu tinggi. Namun, hal tersebut akan dipengaruhi oleh jenis material yang digunakannya. Adapun mengenai beragam jenis material Ball Valve yang tersedia dipasaran, seperti keramik, plastik, dan logam. Sedangkan bagian bolanya sudah dilapisi dengan chrome agar teksturnya lebih beberapa ahli, Ball Valve ini mampu menahan tekanan hingga mencapai 500 kg/cm² dengan temperatur sekitar 300 derajat celcius tergantung bahan yang juga Prinsip kerja dan mekanisme pemasangan pompa booster2. Gate Valve Katup GerbangSumber fungsi Dari gate Valve, jenis valve yang satu ini bertugas untuk membuka dan menutup seperti sebuah pintu gerbang. Namun, pada umumnya Gate Valve berada di bagian depan ujung pipa dengan tujuan untuk mengatur setiap air maupun gas yang masuk. Menurut informasi yang didapat, biasanya Gate Valve banyak diaplikasikan untuk berbagai tempat masuk aliran air, seperti DAM, waduk, sampai pembuangan air kotor pada gorong-gorong. Hal itu bukan tanpa sebab, karena ia menjadi media penghubung untuk pintu air utama yang ada di bagian ujung aliran air. Nah, pintu utama tersebutlah yang nantinya bekerja untuk mengalirkan sebagai pengairan sawah, ladang, hingga perkebunan. Dengan menggunakan Gate Valve, saat ada air bertekanan tinggi akibat banjir maka airnya tidak akan masuk ke aliran tempat untuk mengairi. Gate valve ini memiliki daya tahan suhu hingga 675 °C dan tekanan hingga 20 Kg/cm²3. Globe Valve katup Dunia halnya dengan Globe Valve, dimana ia cenderung sering ditempatkan di bagian tengah pipa saluran air. Lantas, apa tujuannya? Agar bisa menanggulangi kebocoran yang terjadi. Ketika terjadi kebocoran, maka Globe Valve akan bekerja dengan cara menahan aliran air yang ada. Sehingga kebocorannya dapat langsung diperbaiki tanpa harus terganggu oleh aliran air yang mengalir di dalam hanya digunakan untuk kebutuhan saluran air, Globe Valve juga bisa digunakan untuk kebutuhan aliran gas. Fungsinya pun masih sama, yakni untuk menghentikan sementara aliran gas yang sedang mengalir di dalam pipanya. Pasalnya, karena pada setiap bentangan pipanya terdapat risiko tersendiri. Seandaninya terjadi kebocoran, maka Globe Valve ini akan menghentikan sementara laju aliran gas sehingga dapat meminimalisir risiko terjadinya ledakan. Katup ini bisa di operasikan secara manual ataupun otomatis. Globe valve memiliki batas suhu 550 °C dengan tekanan 150 kg/ dasar kontruksi globe valve adalah baja tahan karat, kuningan, baja karbon dan logam tahan korosi Butterfly ValvePada umumnya, Butterfly Valve berfungsi sebagai pengatur gerak laju aliran air yang ada di dalam pipa. Tak hanya digunakan aliran air bertekanan rendah, bahkan Butterfly Valve juga bisa digunakan untuk aliran air maupun gas yang bertekanan tinggi. Kendati demikian, Butterfly Valve cenderung diaplikasikan untuk pipa berukuran sedang, dan mempunyai aliran air atau gas yang ukuran kapasitasnya setengah dari valve tersebut. Apabila digunakan untuk pipa denga aliran air bertekanan tinggi, maka Butterfly Valve ini berpotensi mengalami kerusakan. Hal itu bukan tanpa alasan, karena ia tampil dengan konstruksi yang relatif simple. Adapun mengenai komponen utama yang dimilikinya, mulai dari body, seal, disk, dan stem. Untuk Butterfly Valve tipe disk, biasanya ia akan ditempatkan di bagian tengah pipa yang tipe stem diaplikasikan pada pipa yang terhubung ke actuator maupun pegangan di area luar valve. Pada posisi tertutup, disk tampil dengan tegak lurus yang searah aliran air, sementara stem akan ditutup dengan menggunakan O-ring. Ketika actuator-nya memutar, maka posisi stem akan beralih ke belakang hingga 90 derajat. Begitu pun dengan posisi disk yang juga menjauh dari seat valve, sehingga akan sejajar dengan aliran di dalam Check ValveJenis valve berikutnya yang akan dibahas, yakni bernama Check Valve. Mengenai fungsinya, Check Valve ini akan bekerja dengan cara mengalirkan zat cair maupun fluida untuk menuju ke satu arah saja. Itu sebabnya, mengapa ia kerap dihadapkan pada masalah reversed flow aliran arus kembali dari sumber cairan berasal. Dengan kata lain, Check Valve hanya berfungsi sebagai pemberi tekanan dengan tujuan agar tidak menimbulkan tekanan kembali dari air. Selain jenis-jenis katup yang disebutkan di atas, terdapat banyak jenis valve lain, simak tabel dibawah ini sebagai salah satunya Jenis Gambar 6. Needle ValveDigunakan dalam sistem pemipaan dengan diameter kecil, yang membutuhkan kontrol aliran akurat dan halus. 7. Pinch valveBiasa digunakan untuk bahan padat dan cairan dengan padatan tersuspensi, Biasanya, pinch valves memiliki selongsong internal untuk mengisolasi media. 8. Plug ValveValve katup ini mengendalikan aliran aliran dengan sistem silinder. 9. Pressure Relief ValveDigunakan untuk meningkatkan keselamatan, dengan adanya pegas otomatis dan akan membantu mengontrol sistem ke tekanan yang diinginkan. Baca juga Cara Memasang saklar Otomatis Pressure Switch pada pompa air dengan mudah10. Piston valve11. Diaphragm valve12. Angle Valve13. Slide valve14. Flush Bottom valve15. Solenoid Valve16. Control valve17. Flow Requlating valve18. Back Pressure Regulating valve19. Y-Type valveInformasi jenis Valve ini saya dapat dari ulasan singkat mengenai fungsi valve yang berdasarkan jenisnya, sehingga bisa kita jadikan sebagai bahan penambah wawasan. Mohon maaf bila pembahasan kali ini kurang begitu mendalam, sebab admin juga masing belajar mempelajari mengenai valve ini... Semoga bisa bermanfaat.
Apakah Anda sudah mengetahui berbagai jenis Valve dan fungsinya? Berikut ini pembahasan mengenai valve dan fungsinya. Baik untuk skala rumahan maupun untuk skala besar tingkat industri diperlukan adanya valve atau katup. Simak pembahasan mengenai berbagai jenis valve dan fungsinya sebagai berikut ini. Apa itu Valve atau Katup? Valve adalah suatu perangkat yang berfungsi untuk mengatur dan mengarahkan serta mengontrol aliran cairan atau gas atau padatan terfluidisasi, dengan cara membuka dan menutup, ataupun menutup sebagian atau membuka sebagian dari jalan alirannya. Bentuk valve atau katup yang lazim dan umum dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari yang paling nyata adalah valve atau katup pada pipa air, yakni seperti keran untuk air, atau valve katup kontrol gas pada kompor atau katup kecil yang dipasang di kamar mandi dan lain sebagainya, masih banyak lagi. Katup atau valve tersebut memiliki peran yang penting dalam suatu aplikasi industri juga yakni mulai dari hal yang terkait dengan transportasi air minum juga untuk mengontrol pengapian di mesin roket, dan lain sebagainya. Valve atau katup juga dapat dioperasikan secara manual, baik yang dilengkapi dengan pegangan atau tuas pedal dan lain sebagainya. Selain dapat dioperasikan secara manual maka valve atau katup juga dapat dioperasikan secara otomatis dengan mempergunakan prinsip perubahan suhu atau perubahan aliran tekanan dan lain sebagainya. Perubahan-perubahan tersebut yang akan bisa mempengaruhi pegas atau diafragma atau piston yang kemudian akan mengaktifkan atau menonaktifkan katup secara otomatis. Berbagai Jenis Valve Dan Fungsinya Berikut ini adalah beberapa jenis valve dan fungsinya yang perlu Anda ketahui. Gate Valve Gate valve merupakan jenis katup yang biasa dipergunakan untuk membuka aliran dengan cara mengangkat gerbang penutup, yang biasanya berbentuk bulat ataupun persegi panjang. Globe Valve Globe Valve adalah merupakan jenis valve atau katup yang dipergunakan untuk mengatur laju aliran fluida atau cairan dalam pipa. Prinsip dasar dari cara kerja Globe Valve adalah dengan gerakan tegak lurus disknya dari dudukan. Hal ini untuk memastikan bahwa ruang yang berbentuk cincin antara disk dan dengan cincin kursi bertahap adalah sedekat valve saat ditutup. Ada tiga jenis desain utama bentuk Globe Valve itu, yakni ada Z body dan Y body serta Angle body. Bentuk Z body merupakan tipe yang paling umum yang paling sering dipakai. Tipe ini memiliki diafragma dengan bentuk Z. Posisi dudukan disk horizontal serta pergerakan batang disknya adalah tegak lurus terhadap sumbu pipa ataupun dudukan disk juga. Bentuknya yang simetris akan lebih memudahkan dalam pembuatan, atau instalasi ataupun jika terjadi perbaikannya. Tipe Y body adalah suatu alternatif untuk jenis high pressure drop. Posisi dudukan disk serta batang atau stemnya memiliki sudut 45˚ dari arah aliran cairan fluidanya. Jenis tersebut akan sangat cocok bagi tekanan tinggi. Jenis angle body merupakan hasil modifikasi dari bentuk Z body Valve. Jenis berbentuk ini cocok dipergunakan untuk mentransfer aliran dari arah vertikal ke arah horizontal. Ball Valve Ball Valve merupakan suatu Valve atau katup dengan pengontrol aliran yang berbentuk disk bulat seperti bola atau belahan. Bola tersebut memiliki lubang. Lubangnya berada di tengah sehingga ketika lubang itu dalam posisi segaris lurus atau sejalan dengan kedua ujung valve atau katupnya, maka akan timbul aliran. Tetapi ketika katup dalam kondisi tertutup, maka posisi lubang akan berada tegak lurus terhadap ujung katupnya, dengan demikian maka aliran akan terhalang atau jadi tertutup. Jenis katup Ball valve ini banyak digunakan karena kemudahannya jika terjadi kerusakan untuk perbaikannya dan juga karena kemampuannya untuk menahan tekanan serta suhu yang tinggi. Tergantung dari material pembuatannya maka, katup jenis Ball Valve akan dapat menahan tekanan hingga Psi serta menahan suhu temperatur hingga sekitar 200 derajat Celcius. Katup jenis Ball Valve ini digunakan secara luas dalam skala industri karena sangat serbaguna dan kemampuannya yang dapat menahan tekanan hingga 1000 Bar serta untuk suhu hingga 482° F atau setara 250° C. Adapun ukurannya biasanya berkisar antara 0,2 inci hingga 11,81 inci atau setara antara 0,5 cm hingga 30 cm. Katup jenis ball Valve ini dapat dibuat dari bahan logam, atau plastik atau bisa juga dari bahan keramik. Pada bagian bolanya sering juga dilapisi dengan chrome, sehingga dapat membuat lebih bertahan lama. Butterfly Valve Butterfly Valve merupakan katup atau valve yang dapat dipergunakan untuk mengisolasi dan mengatur aliran. Mekanisme penutupannya mengambil bentuk disknya dengan sistem pengoperasian yang mirip dengan Ball Valve, yakni memungkinkan untuk menutup dengan cepat. Butterfly Valve ini biasanya lebih murah, dengan biaya pemeliharaan yang biasanya juga lebih rendah, sebab bagian jumlah yang bergerak tidak terlalu banyak. Check Valve Check valve biasanya digunakan untuk aliran fluida yang hanya mengalir ke satu arah saja dan aliran satu arah tersebut dimaksudkan agar tidak terjadi Reversed Flow. Maka dari itu Check Valve umumnya digunakan sebagai pengaman sistem perpipaan. Check Valve pun dibagi menjadi beberapa jenis seperti Swing Check Valve, Lift Check Valve, Backwater Check Valve, Swing Type Disk Check Valve, Disk Check Valve dan Split Disc Check Valve. Demikianlah pembahasan dari Distributor Pipa Besi Jakarta mengenai berbagai jenis Valve dan fungsinya.
Jenis Jenis Valve atau Katup Industri yang Harus DiketahuiButterfly ValveGlobe ValveGate ValveCheck ValveBall ValvePressure Relief DeviceNeedle ValveKesimpulan Dalam sistem perpipaan, baik untuk air, minyak ataupun gas akan membutuhkan valve atau katup. Keberadaannya sangat membantu, baik untuk menekan tekanan fluida ataupun mengaturnya. Namun ternyata katup memiliki beberapa jenis yang berbeda. Masing masing jenis jenis valve akan memiliki tugas serta cara kerja yang harus diketahui. Jenis Jenis Valve atau Katup Industri yang Harus Diketahui Butterfly Valve Untuk jenis yang pertama disebut dengan Butterfly Valve, katup ini terdiri dari dayung dan saluran yang bentuknya mirip cakram. Nantinya dayung bisa berputar untuk membuka atau menutup aliran fluida. Jenis ini termasuk tipe katup isolasi yang hanya bisa membuka juga menutup saluran total. Dengan posisi yang sejajar dengan aliran fluida, tak jarang dayung akan mengganggu. Didesain untuk mengatur aliran, membuat kapabilitas kontrolnya akan lebih terbatas. Namun sangat mudah untuk dioperasikan, hanya butuh memutar pegangan atau handlenya 90 derajat. Valve ini juga akan mudah dikontrol dengan menggunakan remot, dan hanya digunakan pada aliran yang besar. Akurasinya juga tinggi sehingga cocok untuk keperluan industri. Selain itu, katup ini juga bisa diandalkan untuk pemeliharaan yang minim. Kapabilitasnya digunakan untuk membuat aliran menjadi lebih lambat. Biasanya akan digunakan pada industri farmasi terutama bahan kimia atau pengolahan makanan. Bisa juga untuk cairan korosif di suhu dan tekanan rendah. Penggunaannya juga sangat luas, bisa untuk banyak industri. Globe Valve Melanjutkan jenis jenis valve yang berikutnya, anda harus mengenal Globe Valve. Katup satu ini bisa dikatakan sebagai katup yang paling banyak dikenal. Prinsip kerjanya mirip dengan gate valves, yakni menggunakan gerakan linear yang berguna untuk mengontrol aliran. Karakteristiknya bisa ditandai dengan adanya saluran yang bentuknya. Komponen katup berorientasi horizontal turun juga naik dan akan mengontrol aliran fluida. Kelebihannya yakni tidak banyak mengalami kebocoran sehingga lebih aman. Kondisi tutup totalnya memang bagus serta proses membuka atau menutupnya cepat. Selain itu juga bisa digunakan untuk katup stop vek serta memiliki shut off positif. Desain globe valves termasuk dalam bagian dari control valve, yakni katup yang secara akurat mengatur aliran fluida. Komponen globe juga bisa diganti serta disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. Hanya saja jenis katup ini akan memberikan penurunan pada tekanan besar. Untuk menutup tekanan tinggi juga butuh tenaga yang tidak sedikit. Gate Valve Gate Valve juga bisa disebut dengan isolation valves ataupun on off valves, karena memang dirancang untuk menjadi isolator. Dalam jenis jenis valve, jenis ini banyak digunakan sehari hari, baik di rumah ataupun di tempat tempat komersial, apalagi bahannya juga beragam. Mulai dari yang terbuat dari baja yang tahan karat, baja paduan, besi cor hingga baja tempa. Digunakan untuk menutup ataupun membuka aliran fluida total, dan tanpa adanya presisi yang tertentu. Sangat berbeda dengan control valve yang akan memiliki derajat presisi, untuk mengaturnya valve akan dipasang pada pipa. Prinsip kerjanya akan meliputi pengangkatan juga penutupan gate. Saat gerbang naik, maka fluida bisa langsung mengalir dan begitu sebaliknya. Kelebihannya terletak pada desain juga konstruksinya yang lebih sederhana. Sehingga membuat biaya produksi lebih rendah dan juga memiliki komponen yang lebih sedikit dibandingkan lainnya. Hanya saja katup ini tidak bisa mengontrol dengan akurat, tetapi banyak digunakan pada industri. Check Valve Untuk jenis jenis valve yang berikutnya dikenal juga dengan Non Return Valve atau NRV. Dimana katup ini akan membuat fluida mengalir hanya pada satu arah, selain itu juga akan mencegah adanya arus balik. Inilah mengapa jika berseberangan akan menyebabkan adanya kerusakan aliran fluida. Biasanya anda temukan pada gas pompa maupun kompresor. Apabila arus balik, maka pompa juga kompresor akan berhenti. Check Valve juga memiliki desain yang begitu sederhana. Membuatnya bisa dioperasikan secara otomatis tanpa ada sentuhan tangan manusia. Jenis yang satu ini juga akan lebih mengandalkan kecepatan aliran fluida untuk menutup ataupun membuka, semua tergantung dari kecepatan fluida sendiri. Semakin tinggi aliran, juga akan semakin terbuka katup tersebut atau full open. Prinsip kerja tersebut membuatnya memiliki beberapa kelebihan. Seperti bisa menahan tekanan, bisa mengatasi jika ada aliran berlawanan juga bisa difungsikan sistem back up. Penggunaannya bisa di industri penyulingan, kimia ataupun petrokimia pada bagian pembuangan air. Ball Valve Melanjutkan pembahasan jenis jenis valve, anda juga harus mengenal jenis Ball Valve. Jenis memiliki valve housing, metal casting dan juga ball. Sehingga prinsip kerjanya jika katup digerakkan, maka bola akan berputar sehingga alirannya akan terbuka lantaran lubang yang bergerak searah. Dinamakan dengan ball valves, karena bolanya digunakan mengontrol aliran. Nantinya akan bekerja dengan menyesuaikan lubang yang ada pada bola sehingga bisa menghentikan ataupun mengalirkan fluida. Ball valves merupakan pilihan yang paling tepat jika digunakan untuk mengatur gas dengan segel yang kuat. Tidak hanya itu, jenis ini juga mengalami perkembangan, saat ini sudah ada segmented ball valves. Dengan perkembangan tersebut akan memungkinkan laju aliran terkontrol lebih besar. Untuk ball valves yang modern akan memberikan banyak kelebihan. Salah satunya bisa mengontrol dengan lebih akurat baik dengan elektronik ataupun manual. Volume debit aliran juga akan menjadi lebih deras dibandingkan dengan globe valves. Kelebihan lainnya memiliki desain yang kompak juga mudah dalam hal pemeliharaan. Efektif juga dari segi biaya serta bisa membuka ataupun menutup dengan lebih cepat. Biasanya akan dimanfaatkan pada sektor seperti penyimpanan bahan kimia, minyak dan gas alam, manufaktur ataupun perumahan. Tetapi jenis ini tidak direkomendasikan untuk katup permanen. Pressure Relief Device Pressure Relief Device termasuk dalam golongan yang safety valve. Karena banyak digunakan untuk mencegah adanya tekanan yang berlebihan. Overpressure sendiri bisa membuat alat mengalami kerusakan. Untuk jenis yang satu ini juga dibedakan menjadi dua yakni pop valve dan juga relief valve, menariknya keduanya bisa membuka dengan lebih cepat. Untuk relief valve, akan lebih baik dimanfaatkan untuk membebaskan overpressure. Sementara untuk pop valve akan dimanfaatkan pada aplikasi yang memiliki tekanan tinggi. Tetapi, keduanya sebaiknya tidak diaplikasikan pada fluida yang memiliki sifat korosif, melibatkan pressure control ataupun back pressure. Needle Valve Perlu anda ketahui juga, jika ada jenis jenis valve yang cocok digunakan pada instrument, meter line service maupun gauge. Dikenal dengan Needle Valve, katup jenis ini bisa dimanfaatkan pada tekanan dan juga temperatur yang tinggi. Selain itu juga bisa memberikan throttling yang lebih akurat. Info Lainnya Apa saja Material Valve? Ini Penjelasan, Kelebihan dan Kekurangannya Kesimpulan Dengan mengetahui macam macam dari katup, anda akan lebih mudah untuk menentukan sesuai dengan kebutuhannya. masing masingnya juga memiliki kelebihan tersendiri. Jika digunakan untuk keperluan industri, tentu tidak bisa sembarangan dalam memilihnya. Terutama jika melibatkan tekanan yang besar dan berisiko tinggi.
Seperti yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya, valve merupakan perangkat yang berfungsi untuk mengontrol aliran pada sistem perpipaan. Selain fungsi dasar tersebut, valve atau yang sering disebut katup memiliki berbagai fungsi lainnya. Sebagai katup, ia berfungsi untuk menghentikan, menjalankan, mengurangi ataupun meningkatkan aliran pada pipa. Selain itu, ia juga berfungsi untuk mengontrol arah aliran, mengatur tekanan proses aliran serta meringankan sistem pipa dengan tekanan tertentu. JENIS – JENIS VALVE Sehubungan dengan fungsi valve tersebut, terdapat berbagai jenis katup yang penggunaannya disesuaikan dengan tujuan penggunaan. Jenis-jenis tersebut ialah Gate Valve Katup jenis ini merupakan valve yang paling banyak digunakan. Meski begitu, jenis ini tidak disarankan untuk mengontrol debit aliran atau fluida. Hal ini mengingat cara kerja gate valve yang hanya mampu membuka dan menutup aliran dengan cara terbuka atau tertutup secara penuh. Maka dari itu, gate valve dirasa kurang akurat dan tidak efektif dalam mengatur besarnya volume aliran dalam pipa. Plug Valve Jenis valve yang satu ini memiliki fungsi yang sama dengan gate valve, yakni menutup dan membuka aliran secara keseluruhan. Plug valve banyak diaplikasikan dalam sistem kontrol aliran gas, dimana ia digunakan pada sistem transportasi gas melalui pipa. Ball Valve Katup selanjutnya merupakan ball valve. Jenis ini merupakan tipe quick opening valve, dimana hanya perlu ¼ putaran untuk dapat terbuka atau tertutup penuh. Ball valve memiliki ketahanan untuk aliran atau fluida dengan suhu -450˚ hingga -500˚ Farenheit. Globe Valve Pada katup jenis ini, aliran akan dikontol sedemikian rupa hingga berubah arah. Kondisi ini akan menghasilkan friksi yang cukup besar meski valve dalam posisi terbuka lebar. Keberadaan jenis ini sangat penting, terutama untuk penutupan pada aliran gas secara rapat. Needle Valve Jenis katup selanjutnya merupakan jenis yang direkomendasikan untuk penggunaan meter line service, gage dan instrument. Needle Valve memiliki ketahanan yang baik sehingga dapat digunakan dalam kondisi temperature serta tekanan yang tinggi. Selain itu, needle valve ini sangat akurat dalam proses throttling. Diaphragm Valve Katup diaphragm umumnya digunakan untuk aliran atau fluida dengan karakteristik korosif, viscous material, sludges serta solids suspension. Jenis ini bekerja dan menghasilkan aliran yang tenang dan lancar. Butterfly Valve Jenis yang satu ini memiliki design yang cukup sederhana. Saat digunakan untuk mengontrol aliran, butterfly valve hanya butuh ¼ putaran untuk membuka dan menutup secara penuh. Maka dari itu, jenis ini kerap digunakan untuk aliran atau fluida berkekuatan rendah. Check Valve Selain gate valve, check valve merupakan salah satu jenis valve yang cukup umum digunakan. Katup ini didesain untuk mencegah terjadinya aliran balik dalam pipa. Check valve sendiri terdiri dari beberapa jenis lainnya seperti lift check, swing check dan ball check. Pressure Relief Device Katup ini juga disebut sebagai safety valve, karena fungsinya sebagai pencegah terjadinya tekanan berlebihan pada sistem perpipaan. Jenis ini penting adanya untuk dapat mencegah terjadinya kerusakan peralatan. Pressure Reducing Valve Selanjutnya, pressure reducing valve berfungsi untuk menjaga tekanan dalam sistem pipa agar selalu konstan. Ia akan bekerja dengan cara menurunkan tekanan dari sumber dengan tekanan paling tinggi. Traps Valve Terdapat 3 macam jenis traps valve, yaitu float trap, bucket trap hingga inverted trap. Ketiganya ini berfungsi untuk membuang kondensat yang berasal dari sistem perpipaan steam. PT. TITIS CAHAYA SEJAHTERA Sebagai Mechanical Electrical Plumbing Contractor terkemuka, PT. Titis Cahaya Sejahtera menyediakan berbagai layanan instalasi dan perawatan. Terkait info selanjutnya, dapat menghubungi Customer Service di 08111460707 atau melalui email tcs
jenis jenis valve dan gambarnya